Rabu, 26 November 2014

Hormat! Kalian juara! BOBOTOH

Oleh @IfanHielmy
dari Facebook : Ifan Hielmy





Untuk mereka yang ber’Haji’ Besar ke Palembang. Salam
“Bro, Pastikan satu kursi buat saya ya, omat nya hayang ngilu (saya mau ikut banget)” begitu bbm saya kepada salah satu orang teman terlucu tapi jomblo. Kamis siang Hujan bersahabat (lagi) dengan Bandung-ku, sayangnya kali ini agak sedikit deras bercampur angin yang sebenernya menghawatirkan. Siang itu sudah siap dua mobil tak ketinggalan ingin ikut memastikan namanya ikut dalam sejarah Sepakbola Indonesia menyusul puluhan bus dan puluhan mobil minibus dengan berbagai jenis lainya.

Sambil menunggu beberapa rekan di pintu tol masuk, ternyata seperti sudah sangat tahu pedagang disana tujuan keberangkatan kita, “Mau ke Palembang ya a?” Tanya beberapa pedagang. “dari pagi sudah banyak banget yang pergi lewat sini, hati hati ya, semoga persib juara” sambungnya menutup pembicaraan. Hujan mulai reda, saya bersama 12 calon ‘haji’ lainya memutuskan untuk memulai perjalanan.

Sepanjang jalan, ada beberapa rekan saya yang memantau arus lalu lintas di twitter, dan DAMN! Ada penyerangan terhadap beberapa bus Jamaah BOBOTOH di tol dalam kota, “GILAAAA!” teriak saya meluapkan kejengkelan. Kami mencoba untuk tetap tenang dan berdoa agar diselamatkan dari hadangan SETAN yang terkutuk. Tak lama kemudian handphone saya berbunyi, “Fan urang harus jemput Yopi dulu ke dalam kota, dia mau ikut juga.” Ujar salah satu teman baik yang faktanya masih belum menikah meskipun usianya sudah cukup dewasa. Sebut saja namanya Wachyu Ibay.

Sedikit speechless sih, berhubung imajinasi membayangkan pengrusakan bus di Jakarta seperti sabda twitter. “Hati hati bay, nanti dikabari meeting point selanjutnya. Menurut info di Jakarta sedang rame ada gesekan, tapi itu baru kata info, belum kata Allah” cetus saya memsatikan.
Sebagai Bobotoh Kuliner yang menolak keras intimidasi yang dilakukan aktifitas terhadap perut, maka saya dan teman teman sepakat untuk beristirahat dan berperut manja ria di KM 45 Tol Cikupa.

Alamaaak banyak juga bobotoh yang beristirahat disini.diantara bus bus yang terparkir terdapat beberapa bus yang sudah tumbang kacanya, pecah! “Ini mungkin kabar yang twitter bilang, sialan! Batu kecil ga mungkin bisa merusak kaca bus. Ini bukan tawuran, ini penyerangan! Jelas terencana” hemat saya sambil makan malam di rest area. Kami pun meeting point disini dengan rekan yang mampir dulu ke Jakarta untuk menjemput jamaah lainya.

Setelah bertemu, kami berbincang untuk sekedar bercanda agar gak ngantuk. Dan memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Hingga tiba di merak, kami melewati salah satu rumah makan khas padang yang sayang kalau ditinggalkan begitu saja. “Meuli heula lur keur dina kapal(beli dulu lur, buat di kapal).” Sepakat!
Di pelabuhan, tak lama mengantre dua mobil kami pun melaju naik dan parkir dibalkon atas. Seperti Palembang yang sudah deket aja naik kapal dan kegirangan. “dikapal 3 Jam menuju Bakauheni, lanjut gerilya darat 12 jam” ujar temanku memecah kesenangan, tarik nafas dalam dalam dan mari makan! Agar mood kembali membaik.

Selamat datang di pelabuhan Bakauheni,  akhirnya setelah 3 jam melewati laut! Pergantian pemain di mobil yang saya tumpangi, dari Sodiq sebagai SUDK (Sopir utama Dalam Kota) yang mungkin cedera karena di tackle kantuk yang berlebih, kepada kapten Kicel dengan posisi SULP (Sopir Utama Luar Pulau Jawa). “Ayoo kapten, mari tuntaskan perjalanan sucinya. Dengan jalan kosong, Kapten Kicel memacu pesawat darat dengan kecepatan rata rata 100 KM.

Oh ternyata, bukan hanya Sodiq yang cedera, pemain lainya pun mulai berjatuhan ke alam mimpi, tinggal saya sendiri yang setia menemani kapten dari belakang. Waktu menunjukan pukul 4 dan “sampai kapan kau gantung cerita cintaku, hingga mungkin kau tak sanggup lagi dan meninggalkan dirimu” ujar Mbak melly di MP3, entah serangan dari mana seiring dengan lagu berputar akhirnya sayapun tumbang, meninggalkan kapten memacu pesawat darat sendirian. Maaf kapten!

Cekiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit, rem sensasional membuat hampir seisi mobil terjaga. Begitupun saya dengan mimpi yang belum selesai membuka mata, ouh! Ternyata kita terpaksa menepi, meminta time out di pom Bensin wilayah Sukadana. Untuk sembahyang dan berebah. Rupanya Kapten pun manusia, sama sama punya mata dan ingin juga ikut merebahkan segala lelah.

Oh iya, saya lupa mengenalkan sesosok boneka panda dari padang, Namanya Wahyu. Sepintas Lucu. Apalagi dengan berat badan yang fantastis itu kena pelecehan seksual di gate stadion karena pura pura asma, ah sudahlah nanti itu saya ceritakan belakangan. Wahyu ini lah yang pagi buta itu mencarikan kami kopi. Ya lumayan untuk obat dingin para jomblo dipagi hari. Tapi tetep dengan biaya logistik dari Ibay.

Perjalanan tidak boleh berhenti di Sukadana. Mari melanjutkan! Setelah badan segar akhirnya kapten tancap gas untuk kembali memulai perjalanan. Agar lebih fresh rasanya Sodiq kembali siap melanjutkan sementara tugas kapten membawa armada sampai akhirnya 30 menit kemudian terdengar bunyi Praaaaaaaaaaaaaakkkkkk!!!! Giliran mobil kita yang cedera, di tackle ujung pantat truk hijau sialan di kawasan Tulang Bawang. Rupanya kita harus rela kehilangan kaca spion kiri akibat insiden tersebut. Setelah insiden tersebut terlihat Sodiq sedikit panik dan saya memutuskan untuk ambil bagian dalam perjalanan. “Mari bung! Saya lanjutkan” dengan kecepatan maksimal 90Km/Jam saya memacu si kuda hitam.

“Selamat Datang Di Mesuji” agak merinding membaca tulisan tersebut, maklum dimasa lalu sejarah mencatat ada konflik yang dahsyat disana. Sebelumnya saya tidak pernah terfikir akan melintasi kawasan ini. Hanya melintas di youtube  aja untuk mengenal kawasan ini dimasa lalu. Kawan kawan penasaran dengan kenapa saya merinding melintasi kawasan tersebut, silahkan buka youtube.
Ada hal yang menarik dengan tulisan perbatasan Mesuji, jika kebanyakan kawasan menuliskan “selamat jalan semoga selamat sampai tujuan” dikawasan ini tulisanya “Semoga Berkenan”. Agak sedikit ambigu memang, tapi lucu, hahaha, ada apa sehingga tulisanya seperti itu. Tak ambil pusing saya melanjutkan perjalanan. Matahari sedang menuju terik sempurna, sedang perut sudah demonstrasi dahsyat menuntut kami untuk memenuhi kewajibanya sebagai Bobotoh Kuliner.

Okey, kami mengalah! Silahkan perut sialan kalian menang, mari menepi dan makan sepuasnya. Selain makan dikawasan yang tidak begitu jauh dari Mesuji itu kami juga menyita waktu untuk mandi. Untuk makan kami membayar Masing masing Rp. 25.000,- dan mandi Rp. 2000,- .jadi sebuah inovasi baru buat saya pribadi. Lain kali saya di Bandung harus mengadakan jasa usaha bidang mandi. Harga sesuai kelas kamar mandinya. Dari bintang 1 yang hanya ember gayung dan air, sampai bintang 5 yang ada kulkas didalam bathub, atau ada karoke disamping shower. Hahahahahaha ah sialan.

Sepakat untuk mengganti shalat jumat dengan Dzuhur, dan di jamakan menuju Ashar. Kami pun melanjutkan perjalanan. Kaptenpun bangkit dari lelahnya, dan mengambil alih tahta dari saya selaku SuperSub.  Tak lama kemudian kami menemukan bengkel variasi motor, kami fikir ga ada salahnya agar sopir bisa melihat ke kiri  bila spion yang tadi pecah kita ganti dulu sementara dengan spion motor. Hahaha Avanza rasa supra jadinya.

Perjalananpun terus berlanjut hingga sore tiba barulah kami mencium bau bau PERSIB yang kental. Hari ini seperti Palembang rasa Bandung. Begitu banyak kawan kawan Viking, Bomber, hooligan dan elemen bobotoh lainya yang memadasi kawasan GSJ Jakabaring.
Masih ingat, waktu menunjukan pukul 17.05 dua mobil rombongan kami tiba di gerbang GSJ, Tiba tiba seseorang yang saya kira juga gagal Move On terlihat menghampiri. Manisnya pemuda yang masuk kuliah tahun 2006 itu terlihat ketika senyumnya yang has menyapa didepan Kaca. YA! BENAR!! Itu Agung BRA, Eh Agung Bla. Masih rekan kami yang ikut perjalanan suci via udara. Dia dating dengan beberapa orang lainya. “Andraaaaaaaaiiii, Bla cskuhhh” sapa kami menyhambut dia. Seperti lama tak jumpa aja, biasanya memang seperti itu, jika diluar pulau kedekatan itu makin terasa. Agung pun bergabung menuju stadion untuk masuk bersama.

Ketika akan masuk Gate  area. Terlihat beberapa polisi berseragam dan beberapa berpakaian preman menjaga Gate untuk memeriksa dan memastikan supporter yang datang tidak membawa benda benda yang membahayakan seperti Bom Molotov, Senjata Tajam, Senjata Api, Miras, Narkoba, ataupun yang paling membahayakan seperti  MANTAN.

“Maaf, Bisa keluar sebentar? Boleh kami periksa barang bawaanya ? gak bawa yang aneh aneh kan?” Ucap salah satu petugas yang berpakaian preman. “Silahkan pak, periksa dengan tenang, kami supporter ko gak neko neko” timbal kami dengan tertawa. “Laki semua ini? Ko ga bawa cewe, nanti kalau sudah nonton bola bengong aja” Tanya nya berlanjut. Ah kami gak kalah bicara, “Cewe di sini banyak pak, ngapain bawa jauh jauh” celoteh salah satu teman kami, becanda. Pertanyaan terakhir petugas itu yang buat saya pribadi jengkel sebenarnya. “Mas ko Mau sih jauh jauh ke Palembang Cuma nonton bola, dirumah kan bisa? nyaman lagi, ga cape dan hemat.”

Jika ingin berdebat maka tentu sudah saya ladeni dialektikanya dengan sedikit pedas. Bisa saja saya jawab seperti ini “Nah bapak ngapain nikah, atau pacaran untuk ML, capek buang buang fikiran, waktu dan uang. Kalo sekedar Orgasme Onani juga cukup pak. Lebih hemat, ga cape dan cepat” hahahaha saya fikir malas melayani pertanyaan sentimental seperti itu.  Simple kami jawab “Sudah kewajiban kami sebagai supporter baik yang ada dirumah ataupun disini sama sama berjuang mengawal kemenangan”. “Yasudah terimakasih, silahkan dilanjut ke dalam, parker mobilnya” jawabnya dengan wajah polos.

Diarea stadion, kami bertemu dengan beberapa rekan yang datang bersama Agung Bla. Kami pun merapatkan barisan dan kembali makan dulu agar di stadion ada tenaga untuk teriak. Sepintas, apa yang saya pribadi lihat di area stadion membuat saya sangat TAKJUB.  Melihat ribuan orang yang datang dari berbagai daerah, rela menempuh hamper ribuan KM menuju Palembang.  Jika masih ada yang bertanya PERSIB itu apa, mungkin saya akan menjawab “PERSIB itu karunia tuhan yang dapat memanggil ribuan orang kemanapun tempat yang ia tuju. Lebih dari sebuah Klub Sepak Bola, karena sudah melibatkan identitas, perasaan dan cinta”

Setelah kita makan dan mendapatkan tiket, kamipun bersiap untuk masuk kedalam arena stadion. Diluar stadion, saya melihat Power Ranger kontemporer bernama Ridwan Kamil sedang memegang plastik putih dan memeungut sampah. Hormat pak, terimakasih sudah memberi kami contoh yang baik.

Waktu menunjukan pukul 18.00 hanya 30 menit menjelang kick off, tentu bukan hal yang mudah mengantre dengan deretan orang yang begitu banyak sementara pintu masuk yang terbuka hanya satu, saya fikir panitia pelaksana becanda dengan kondisi ini. Diluar stadion sempat terjadi kegaduhan, sampai hal yang paling merinding saat diluar stadion yaitu Lagu Halo Halo Bandung bergema keras. Ini Palembang bung! Tapi rasa Bandung!

Alhamdulillah saya hanya mungkin mengantre 10 Menit karena cerdik bisa masuk pori pori udara hahaha. Sementara masih ingat Wahyu yang ulasanya saya tulis tadi? Dengan berbadan besar dia berusaha menembus aliran masa yang banyak. Memang cerdas  lelaki kelahiran padang ini, dengan cara normal susah akhirnya dia memutuskan untuk menjadi seorang aktor hebat seperti James Franco. “Aduh Pak saya Asma! Gak Kuat Asma!” teriak dia dengan ekspresi meyakinkan, dengan bertubuh tambun seperti itu, beberapa orang disekelilingnya ikut membela “Pak ieu karunya bisi pingsan, mun pingsan saha nu bisa ngagotongna (Pak kasihan ini mau pingsan, kalo pingsan siapa coba yang mau ngegotongnya?)” teriak beberapa penonton diiringi tawa.

Ada yang menggelikan dari proses itu, seorang penjaga gate dengan tubuh atletis dan memakai baju ketat menolong wahyu, dan mengusap dadanya sambil bicara tidak terlalu kencang “Sabar ya mas , sabar”. Wahyupun bisa masuk dengan tidak terlalu susah seperti saya. By the way I think youre gay hail, gate keeper!

Kami yang sudah masuk semua didalam stadion seiring masuknya Saudara Irdan bercerita tentang pengalaman wahyu dan menggelar tawa ringan. Kamipun memasuki tribun timur Stadion dan ALLAHUAKBAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR! Hampir ¾ Stadion dipadati oleh Bobotoh. Saya semakin takjub dengan animo bobotoh yang Luar Biasa ini. Suasana di stadion cukup untuk menjawab definisi lain dari PERSIB.

Tidak berhenti disana hal hal yang bikin saya takjub, sebelum kick off terdengar bootoh bersama sama membaca Alfatihah, suaranya gemuruh, menggema, diteriakan puluhan ribu manusia di stadion yang sama. cukup untukmenggetarkan hati dan lutut makhluk pendosa seperti saya, “Allahku, what a great passion?” jujur, air mata ini susah untuk tidak keluar. Terlebih ditutup dengan Chant “Bagimu persib, Jiwa raga kami….”
Pertandingan sudah masuk menit ke enam tiba tiba, Ian Luis Kabes menyambut umpan matang dan berlari mengalahkan Vladimir untuk menyepakan bola ke gawang imade Wirawan dan Goal!! Persib tertinggal lebih dulu.

Inilah Bobotoh!!! Ketika PERSIB tertinggal, bobotoh lebih meningkatkan intensitas dukunganya, nyanyian dan teriakan penyemangat begitu menggema, mengawal dan menemani 11 pemain di lapangan.sampai akhirnya menit `45 Wanggai membuat Goal bunuh diri hasil dari kemelut di daerah intim PERSIPURA. Kerja keras 11 pemain dilapangan dan pemain ke duabelas di ¾ tribun menuai hasil. PERSIB bisa menyamakan kedudukan.  Disambung dengan Haji Ridwan di menit ’52 setelah mengelabui Kiper PERSIPURA.

FANTASTIS!!!!!!!! We’re going to great come back . kemenangan sementara yang siap membuat jantung sisi stadion berdegup kencang. Teriakan JUARA sudah sangat lantang terdengar sampai akhirnya Boaz Salosa membungkam suasana dengan goal hasil dari aksi makhluk kecil yang super lincah Pahabol merepotkan barisan pertahanan PERSIB.

“Tuhaaaaaaaan, apa maksud semua ini?”ini adalah 3 jam yang sangat panjang dalam hidup saya”. Saya pun yakin banyak orang yang berfikiran sama. Persib dipaksa bermain  120menit oleh 10 Pemain hebat PERSIPURA setelah dipertengahan pertandingan Bio Paulin diganjar kartu merah karena tackle kerasnya . Saya rasa sepakat terlepas dari keputusan wasit yang gak jelas, permainan PERSIPURA malam itu sangat berkelas.
Kembali Bobotoh menunjukan betapa besar cintanya, berteriak tak kenal serak, bernyanyi tak kenal henti, dan berdoa tak kenal putus asa. “Ayo Sib! Juara!!” Lagapun berlangsung sengit, di babak perpanjangan waktu, mulai terlihat jika PERSIPURA mulai bermain aman, dan membawa permainan ke fase penentuan lewat penalty.

Hallo Allahku yang baik, inilah satu jam terpanjang selama hidup saya. Terimakasih kau telah mengizinkan saya mengalami kedahsyatan ini, saya sebut saja Penalty sirathal Mustaqim (Jembatan yang lurus dan kecil”.
Bersiaplah para pasukan eksekutor dengan diawali oleh makan konate, dan Goaaaaaaaaaaaaaaal! Disambung dengan ferdinan sinaga, tony sucipto dan supardi, Goal goal goalll! Sampai akhirnya I Made Wirawan menenangkan diri dan berdoa didekat jarring gawang, sambil menunggu Nelson Alom memasuki area 12Pas. Terlihat Made sedang mengontrol emosi dan ketenanganya.  Benar saja, sepakan Alom berhasil dihadang oleh I Made Wirawan! Sontak stadion bergemuruh dan aroma JUARA didepan mata. Ahmd Jupriyanto saya kira Eksekutor yang paling memikul beban berat dipundaknya, bagaimana tidak, setelah unggul lewat penyelamatan brilliant dari seorang putra dewata, Jupe sapaan akrabnya harus memastikan eksekusinya haram untuk gagal. Fase ini saya sebut saja fase 5 Menit yang paling menegangkan dalam hidup saya.

GOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAL!!!!!! GOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAL!! Jupe memastikan PERSIB mengakhiri perlawanan dahsyat PERSIPURA!!! GOAAL dan juara.
 Saya tidak bisa mendeskripsikan bagaimana suasana hati saya saat itu, saya kesulitan untuk memilih kata yang mewakili keadaan stadion saat ini, sungguh menjadi pertanyaan yang retoris. Yang jelas teriakan ada dimana mana, Jakabaring seperti bioskop drama romansa, yang dipenuhi aliran air mata. Teriakan juara terdengar di sisi stadion, begitupun Takbir dan ungkapan kebahagiaan lainya. “Mang Ayi, Rangga, Persib Juara! Juara ieu keur maneh (Mang ayi, Rangga, Persib juara, didesikan untuk kalian). Begitulah sebagian ungkapan bobotoh di stadion. Semua menangis haru bahagia, tidak mengenal Tatto, Arak, Badan besar, Gagah, bahkan walikota dan gubernur pun larut bersama. #Juara!!! Berbagai ekspresi dan ungkapan kebahagian terasa sampai bobotoh keluar stadion, sebagian ada yang masih kesulitan menghentikan tangisanya. Memang 19 Tahun bukan waktu yang singkat, ditambah dengan pertandingan yang sejak jauh hari dihiasi cobaan cobaan yang besar. Mulai dari tiba tiba dilarang beratribut, karena PSSI menganggap Final ini sebagai bentuk , ngawur! Sampai dilemparinya bus dan mobil bobotoh oleh setan setan yang terkutuk disebagian ruas jalan.
Setelah pertandingan usai, tidak lengkap rasanya jika datang ke Palembang tapi tidak mampir ke jembatan Ampera. Setelah suara kami habis dimama euforia, kami memutuskan untuk mencari ganjalan perut disana. Mari bung kita makan! Dengan bertemu dengan beberapa teman lainya, setelah pertandingan kami pun menuju jembatan Ampera bersama beberapa mobil lainya.

Setelah selesai makan kami sepakat untuk  langsung meninggalkan Palembang, kami dikagetkan dengan pecahnya kaca belakang bagian kanan dari salah satu mobil milik teman kami. Ulah pengecut seperti apa ini, yang berani menyerang mobil disaat kami sedang asyik makan. Kamipun lekas bertolak meninggalkan Palembang.

Dengan suasana lelah seperti ini, lebih bijak jika kami beristirahat sampai pagi untuk menunggu stamina lebih segar kembali, setelah melalui perbatasan Palembang, kami sepakat memilih pom bensin yang agak besar untuk sejenak beristirahat. Sebagian dari kami tertidur pulas di Mushala, sebagian lainya di mobil dan pelataran pom bensin. Lagian ini sudah pukul 02.20 lebih baik menunggu subuh sekalian beristirahat.

Sembahyang membangunkan kami, segera setelahnya kami bertolak menuju bandung. Beberapa kali kami beristirahat untuk sekedar makan dan merebahkan badan. Perjalanan terus berlanjut dengan sisa sisa euforia dan tenaga, ketika melewati lampung kita menyempatkan diri untuk berbelanja. Lalu kemudian bertolak menuju Bakauheni untuk menaiki Kapal Fery. Hanya berjarak beberapa KM dari pelabuhan, kami mendapat kabar bahwa terjadi gesekan disana, tapi kami tidak mempunyai pilihan selain meneruskan perjalanan.
Dengan level kewaspadaan yang mulai meningkat, kami menyelimuti diri dengan doa dan kesiapan untuk mengahadapi segala hal yang mungkin terjadi. Namun alhamulillah, puji syukur tuhan lagi lagi menyelamatkan kami dari prilaku buruk pihak pihak yang mengganggu. Kamipun melanjutkan perjalanan menuju merak menggunakan kapal fery.

TEROR ITU BELUM SELESAI
Sesampainya di Merak, kami disambut dengan kabar terjadi gesekan yang cukup besar di kawasan tol Cikupa, hingga situasinya memang memanas. Kamipun dituntut harus hati hati, karena kami datang bukan untuk perang. Dan merasa taka da sangkut paut dengan supporter yang sedang trending dengan kawin sama monyetnya itu.

Agak aneh, ko mau maunya menyerang sampe dini hari, mengorbankan waktu pacaran dan tidur hanya untuk melancarkan penyerangan brutal. Sekali lagi saya tegaskan ini BUKAN TAWURAN, TAPI PENYERANGAN YANG TERORGANISIR DAN TERENCANA. Jika tidak? Mana bisa segerombolan masa membawa batu, parang dan samurai. Bahan koreksi untuk Pihak PT. JASA MARGA. Banyak pertanyaan pertanyaan yang dipaksa untuk tidak menemukan jawabanya. Bagaimana bisa orang orang bar bar itu masuk ke kawasan jalan ekslusif seperti TOL. Kenapa aparat menggiring sebagian besar kendaraan bobotoh ke wilayah pasar Rebo? Ini bukan perang terbuka bung!

Al hasil, Puluhan bobotoh menjadi korban penyerangan Brutal itu. Berbagai luka didapat dari ringan hingga yang harus dirawat intens. saat itu kami sepakat untuk menggunakan tol lingkar dalam, karena menurut info gesekan meluas ke Tol Luar kota, cilegon, bsd dan sekitarnya.
Sekali lagi, kami bukan takut, tapi kami tidak datang untuk berperang. Kami ribuan jiwa yang ber’haji’ mengawal  PERSIB JUARA. Dengan kewaspadaan yang makin meningkat seiring intensitas gesekan yang melebar ke wilayah jejaring sosial. Beberapa orang hebat seperti Regi Munggaran, Eko maung membantu kami secara mental dan mengusahakan Evakuasi untuk korban luka di gasibu. Terimakasih mang, Allah tidak akan pernah lupa.
Waktu hampir disambut fajar, kira kira pukul 5, kami menuju KM 57 untuk istirahat dan sekedar Ngopi. Lagi lagi tuhan membiarkan kita selamat dengan kasih nya.  Dengan stalking timeline dan info lainya membantu kami dalam mengambil keputusan. Terimakasih kawan kawan @OfficialVPC @VikingTng dan lain lain.

Bandung didepan mata, Twitter masih memanas sibuk bertukar informasi. Benar saja sesuai pernyataan Ridwan kamil di media, korban mencapai 30 Orang lebih. Semua rombongan dan korban akan dipusatkan di Gasibu Banndung untuk evakuasi dan penanganan lebih lanjut.kamipun bertolak menuju bandung memastikan kami harus pulang dengan selamat.

Matahari lagi lucu lucunya kaya jesica iskandar pagi itu, gerbang tol Pasteur memastikan kami lega, kami telah sampai bandung tercinta.  Setelah menempuh perjalanan 4Hari 3Malam dengan berbagai cerita dan pengalaman manis pahit! Bandung Juara.
Semoga Pihak yang berwajib bisa mengusut tuntas TINDAKAN KRIMINAL YANG TERORGANISIR DAN TERENCANA ini dengan sungguh sungguh demi keamanan semua warga Indonesia dankeselamatan Sepak Bola kita.

Salam hangat, jika PSSI menilai laga ini away¸ Maka saya pastikan This is a great awaydays i ever had.
Semoga untuk pejuang pejuang yang terluka akibat Penyerangan itu lekas disembuhkan, dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya!

redupkan sedikit cahayamu!

Turn your lights down low
And pull your window curtains;
Oh, let Jah moon come shining in -
Into our life again
Saying ooh, it's been a long, long time
(Long, long time)
I got this message for you girl
But it seems I was never on time
Did I wanna get through to you girl?
On time, on time (word)
I want to give you some love
I want to give you some good, good loving
(Uh, uh, right, uh)
Oh I, oh I, oh I
Yeah I want to give you some good, good loving (uh)

Turn your lights down low Never ever try to resist, oh no
Let my love come tumbling in
Into our lives again
And ooh, I love you
(I love you, I love you)
And I want you to know right now
(Know right now)
Ooh I love you
(Uh-uh, yeah, uh)
And I want you to know right now (uh)
Cause I, that I
I wanna give you some love (uh, yeah)
I wanna give you some good, good loving
Oh I
I wanna give you some good, good loving

Loving you is a like a song I replay
Every three minutes and thirty seconds of every day
And every chorus was written for us to recite
Every beautiful melody of devotion every night
It's potion like this ocean that might carry me
In a wave of emotion to ask you to marry me
And every word, every second, and every third
Expresses the happiness more clearly than ever heard
And when I play them, every chord is a poem
Telling the Lord how grateful I am cause I know him
The harmonies possess a sensation similar to your caress
If you asking then I'm telling you it's yes
Stand in love, take my hand in love, Jah bless

I want to give you some good, good loving
I want to give you some love
I want to give you some good, good loving
Oh I, oh I, oh I
I wanna give you some good, good loving

Good, good, good loving
(I wanna give you some good loving).